Open the eyes of my heart, Lord
Open the eyes of my heart
I want to see You
I want to see You
To see You high and lifted up
Shinin' in the light of Your glory
Pour out Your power and love
As we sing holy, holy, holy
Lagu yang memang enak untuk didengar, simple, namun cukup memiliki arti yang dalam. Setelah kurenungkan kembali, ada yang kudapat pelajari setelah memikirkan akan lagu ini, yang bisa kita renungkan bersama-sama.. Ada 3 hal yang kudapat dari lagu yang sederhana ini.
1. "Open the eyes of my heart Lord, I want to see you"
Lewat kalimat ini perlu kita ingat, berapa banyaknya waktu di mana kita belum benar-benar membuka hati kita untuk Tuhan. Padahal Ia adalah Tuhan yang setia menyertai kita dalam jalan hidup kita, sebagai Gembala Jiwa kita, orang-orang Kristen yang percaya dalam nama-Nya.Seringkali kita merasi mampu melalui hidup ini dengan kemampuan kita sendiri, tanpa bimbingan dari Tuhan. Atau ada pula dari kita yang adalah orang-orang yang apatis, yang menganggap bahwa emang hidup ini dijalani saja dengan pasrah, lewatkan begitu saja, dengan melupakan bahwa ada Tuhan yang berkuasa yang akan menolong kita jika kita membuka hati kita untuk Tuhan.
Ingatlah saudara-saudara yang terkasih dalma Tuhan, bahwa kita perlu terus memohon kepada Tuhan supaya mata hati kita terus dibukakan, supaya kita bisa melihat apa kehendak-Nya yang ia ingin jalankan dalam hidup kita.
Wahyu 3:20 berkata: "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku." Bukalah "pintu" hati kita untuk mendengar suara kehendak Tuhan yang akan menuntun kita.
2. "To see you high and lifted up, shining in the light of Your glory"
Seringkali kita mengangkat diri kita sebagai yang tertinggi dalam hidup kita tanpa kita sadari atau bahkan ada yang sadar 100%. Kit menjadikan diri kita sendiri bertahta atas hidup kita. Kita meninggikan diri kita dan mengangkat diri kita lebih dari yang lain. Kita mengutamakan keinginan kita dipenuhi, dan tidak memikirkan sesama kita yang lain, apalagi Tuhan. Padahal sesungguhnya hidup kita, sebagai umat Kristen yang percaya kepadaNya, sesungguhnya merupakan milik Kristus yang telah menebus kita melalui pengorbanan DiriNya sendiri, sehingga kita bukan lagi milik maut, tetapi milik Tuhan.
Roma 3:23-24 menyatakan: "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus." Ingatlah bahwa hidup kita milik-Nya, maka kita perlu pula hidup bagi kemliaan-Nya, bukan bagi kemuliaan diri.
Lord, forgive us that we often put ourselves high and lifted up, instead of hoping to see You high and lifted up, shining in the light of Your glory.
3. "Pour out Your Power and Love, as we sing holy, holy, holy"
Lewat bagian ini kita perlu ingat senantiasa untuk bersandar kepada Tuhan saja dalam segala sesuatunya, selalu berharap akan kekuatanNya untuk menopang kita dalam hidup ini, dan rindu dipenuhi kasih Tuhan sehingga kita boleh menjalani hidup ini dengan penuh sukacita. Dan ingatlah bahwa kita yang telah hidup dalam kasih Kristus yang telah menebus kita, kita harus pula hidup kudus di hadapanNya.
Filipi 2:14-15 mengatakan: Do everything without grumbling or arguing, so that you may become blameless and pure, “children of God without fault in a warped and crooked generation.” Then you will shine among them like stars in the sky." (NIV) Kita bukan hanya digerakkan supaya rind untuk melihat Allah dalam kemuliaan-Nya, tetapi Ia berkenan pula menggerakan kita untuk hidup kudus sehingga bias bersinar pula seperti "bintang" di tengah dunia ini.
Lord, thank you that not only we can see You shining in the light of Your glory, but also brought us to holiness so we can reflect Your light as "stars" in this world.
-----------------------------
Biarlah ini bisa menjadi perenungan kita bersama-sama. Semoga tulisan ini menjadi pengingat bagi kita semua, hai semua saudara-saudaraku dalam Kristus.

No comments:
Post a Comment