Mengingat kembali masa lalu kita, tentu banyak hal yang kita ingat dengan berbagai rasa yang ada, ada yang manis, ada yang pahit. Kita mengingat kembali sahabat-sahabat kita dulu, yang melangkah bersama kita dalam hidup ini. Namun ketika keegoisan meracuni persahabatan, maka rusaklah ikatan yang indah itu. Beberapa dari kita mungkin kehilangan sahabat yang seharusnya kita kasihi dalam kasih persaudaraan yang hangat, yang rusak karena dinginnya keangkuhan kita. Dan pada suatu titik, muncullah penyesalan atas memori-memori yang mengecewakan itu, di mana kita kecewa akan diri kita sendiri yang dulu.
----------------------------------------
Maafkan Aku, Kawan
Ketika kuingat kembali akan hidupku
Menelusuri jalan hidupku yang tlah kulewati
Menatap lagi jejakku di masa lalu
Tak terasa begitu banyak momen kulangkahi
Dan juga kelalaianku yang kini masih kusesali
Ketika kuingat kembali akan engkau, kawan
Menelusuri pasang surut persahabatan kita
Menatap lagi bagaimana kebersamaan kita
Betapa banyak waktu yang telah kusia-siakan
Sia-sia karena keangkuhanku
Yang menyebabkan luka di hatimu
Sia-sia karena keegoisanku
Yang memanfaatkanmu untuk memuaskan ambisi pribadiku
Dan membuatku lupa bahwa selayaknya
Kita berbagi suka dan duka bersama
Dalam suatu persahabatan yang seharusnya indah
Maafkan aku, kawan
Rasa penyesalanku sungguh meluap di hatiku
Aku begitu kecewa pula melihat diriku dulu
Yang tak pantas lagi menjadi kawanmu
Sempat aku meragukan akan diriku sendiri
Sampai ketika Sang Penuntun membuka mataku
Membaharui hatiku dengan kasih ilahi
Menerangi jalanku ke depan
Lalu kuingat engkau kembali kawan
Dan sekali lagi
Maukah engkau maafkan aku, kawan
Maukah engkau kembali memegang tanganku
Bergandengan tangan kembali
Sehingga engkau melangkah bersamaku
Menuju masa depan penuh pengharapan
Dan aku percaya
Sang Penuntun akan mengiring langkah kita bersama
Membaharui persahabatan kita yang dulu tlah retak
Menyembuhkan tiap luka perih di antara kita
Memampukan kita menyongsong persaudaraan yang indah
----------------------------
Lika-liku perjalanan kehidupan kita, termasuk persahabatan kita, adalah hal-hal yang mungkin sekali dipakai Tuhan, Sang Penuntun, untuk membuat kita sadar akan kesalahan kita dan merendahkan hati kita. Hal ini akan membuat kita lebih bersandar kepada-Nya. Biarlah Ia bekerja, dan biarlah dalam waktu-Nya, tiap-tiap persahabatan dalam hidup kita menjadi suatu persaudaraan yang indah dan diikat dengan kasih yang sejati. Biarlah Ia membaharui diri kita dan persahabatan yang Ia anugerahkan untuk mengiringi hidup kita.
Semoga tulisan ini menginspirasi Anda.
