Powered By Blogger

Friday, March 20, 2015

Paradoks Umur

"It matters not the number of year in your life. It is the life in your years" - Abraham Lincoln

Untuk menyambut berkurangnya umurku satu tahun lagi, inilah puisiku mengenai paradoks umur, semoga menginspirasi! :)

----------------------------

Paradoks Umur

Ulang tahun seringkali dirayakan sebagai pertambahan umur
Padahal sebenarnya bukan seperti itu
Sesungguhnya
Umur telah berkurang
Pengalamanlah yang bertambah

Ingatlah kawan
Umur kita di dunia ini bagaikan awan
Yang sebentar terbentuk
Terbang melintasi ufuk
Kemudian makin menebal
Dan semakin tebal
Kemudian pada akhirnya jatuh
Sebagai titik-titik air yang membasahi bumi
Dan awan yang sama tak kan pernah kembali ada lagi

Demikianlah engkau
Engkau menjalani hidup ini
Berkelana melintasi langit kehidupan
Belajar mengepakkan sayap untuk terbang ke depan
Melewati berbagai kesulitan
Dan dari sana didapat pengalaman
Pengalaman yang terus menebal dalam hatimu
Kemudian pada akhirnya kita turunkan pada penerusmu
Dan ujungnya ketika waktunya tiba
Engkau harus relakan hidupmu lenyap
Dan dirimu yang sama tak kan pernah terulang ada lagi

Inilah hidupmu yang singkat
Kesempatanmu sangatlah terbatas
Namun nilai suatu hidup tidaklah diukur dari berapa panjang umurmu
Tapi lewat betapa banyaknya nilai yang kau toreh lewat hidupmu
Lewat betapa banyak orang yang telah merasakan berkat darimu
Dan terutama bagaimana engkau berjalan dalam kehendak Sang Pencipta

Mintalah Ia mengajarimu untuk menghitung hari-harimu
Sehingga engkau berbijaksana menggunakan hidupmu
Bersandarlah selalu pada-Nya
Karena Ia akan selalu membuat segala sesuatu menjadi indah pada waktunya

Thursday, March 19, 2015

Padang Gurun Kehidupan

Kehidupan kita di dunia ini sesungguhnya dapat digambarkan sebagai sebuah perjalanan. Seiring cukup tidak idealnya kenyataan dan banyaknya kesulitan dan konflik yang dialami manusia, banyak dari kita mulai memandang dunia dari sisi pesimistik, dan sisi pesimistik itu saya gambarkan di sini sebagai padang gurun, "padang gurun kehidupan"...

--------------------------------

Padang Gurun Kehidupan

Wahai kawanku
Sadarkah kalian bahwa
Kalian sedang berada di tengah padang gurun kehidupan
Di mana jalan ke depan begitu tak tentu arahnya
Di mana segala keganasan siap merintangi jalanmu

Dalam padang gurun kehidupan ini
Ada panas menyengat yang siap menggerogoti tulang-tulang kehidupanmu
Ada pencobaan kejam dari Sang Pembenci Kehidupan
Datang bagaikan kalajengking mematikan yang siap meracuni nuranimu

Melalui padang gurun ini
Berhati-hatilah terhadap oase kehidupan yang palsu
Mungkin dari jauh terlihat biru berkilauan dan sejuk
Yang membuat mata terasa begitu segar
Yang membawa kelegaan bagi dahaga kita
Yang memberi kekuatan baru kepada kaki kita untuk berlari mengejarnya
Namun sesungguhnya oase itu hanyalah fatamorgana belaka
Yang hanya akan meninggalkan hati kita dengan kekosongan
Menyayat sanubari kita dengan kekecewaan mendalam

Melalui padang gurun ini
Hanya ada satu hal saja yang mampu membawa kita keluar
Yang akan menghantar kita menerobos padang tiada akhir ini
Yaitu Peta Agung dari Sang Khalik
Yakni Kehendak-Nya yang dinyatakannya di dalam kasih
Kepada setiap dari kita yang dikasihi-Nya

---------------------------------

Kiranya kita semua berjalan dalam petualangan kehidupan ini dengan bersandar kepada Tuhan, Sang Khalik yang Mahakuasa dan Mahakasih...

Semoga menginspirasi Anda!

Soli Deo Gloria!

Tuesday, March 17, 2015

Cengkraman Masa Lalu

Sekilas ungkapan hati seorang yang telah salah melangkah dalam hidupnya, karena ia telah melukai hati seorang yang tak seharusnya dilukainya. Seorang yang dulunya menerjang segalanya demi ego dan gengsi dirinya, kini ingin melangkah ke jalan yang benar. Namun apa daya, masih ada utang masa lalu yang belum terlunaskan, yang akhirnya menggerogoti jalannya ke masa depan...

------------------------

Cengkraman Masa Lalu

Ada suatu waktu
Ketika aku dan ambisiku
Menuntutku untuk terus maju
Maju untuk terus memuaskan egoku
Setiap halangan bagiku tak berlaku
Setiap orang yang merintangiku
Kujamin akan kalah dan terbujur kaku

Namun pada satu langkah itu
Ketika kucoba langkahi semua
Yang kuanggap sebagai rintangan bagiku
Kulukai seseorang tanpa kusadari
Tak sadar karena sudah buta oleh ambisi
Menyangkali fakta karena ego telah terisi
Suatu langkah yang akan kusesali

Lalu arus ombak keadilan meraung meliputiku
Aku yang rasa diri begitu kuat tiba-tiba lemah lesu
Seluruh egoku runtuh berantakan
Dan kusadari kesalahanku
Namun tampaknya semua sudah terlambat
Luka yang telah kutoreh tak kan pernah hilang kembali
Karena itu telah membekas tajam dalam sanubari

Kini kucoba melangkah kembali
Dengan semangat baru yang asali
Menatap penuh harap ke depan
Menuju masa depan yang idaman
Tak lagi dibutakan ambisi
Tak lagi memuaskan ego diri

Namun ternyata
Masa depanku telah dipenuhi kabut ketidakpastian
Segala kecerahan dalam hidupku menjelma jadi kesuraman
Dan telah kusangka
Inilah bayang-bayang dia yang tak kan memaafkanku lagi
Bayang-bayang yang menggerogoti jalan masa depanku
Mencengkram diriku demi kesamarataan
Kesetimpalan yang kata orang merupakan "karma"
Yang layak diterima oleh diriku
Diriku yang dulu senang melukai yang lain demi harga diri
Namun kini menerima cengkraman masa lalu
Cengkraman yang akan menghisapku dalam jurang kepasrahan
Dan aku hanya bisa meratapi diriku
Yang tak kan pernah lagi mampu menatap masa depan
Karena bayangan masa lalu yang membutakanku
Dan suara-suara mereka yang tak kan pernah memaafkanku lagi
Suara-suara jeritan masa lalu yang akan terus menggentayangiku
Melingkupiku dan tak kan pernah melepaskanku dari cengkramannya

------------------------------

Pelajaran singkat dari puisi ini:

Berhati-hatilah ketika melangkah dalam hidup ini. Sadarilah ketika langkahmu telah dibutakan oleh ambisi pribadimu. Dan ketika masa lalu menghantuimu, cobalah berdamai dengan masa lalumu itu dan yang lebih konkrit lagi, berdamailah dengan orang-orang yang mungkin pernah kalian lukai. Mungkin memang luka yang sudah tertoreh akan sulit hilang, namun luka itu mustahil hilang bila memang tak ada usaha untuk menyembuhkannya.

Semoga menginspirasi Anda!