Sekilas gambaran mengenai seseorang yang dalam hidupnya memiliki cita-cita dan harapannya sendiri, namun melupakan Tuhan dalam kehidupannya. Pada akhirnya yang direngkuhnya adalah kesia-siaan dan kerinduan untuk meninggalkan dunia ini.
---------------------------------------------------------------
Kematian
Kematian
Sebuah kepastian yang selalu dihindari manusia
Sebuah takdir yang selalu mau dilanggar oleh manusia
Dengan berbagai obat, mantera, bahkan teknologi
Namun tak ada manusia yang akan mampu menghindar dari kejaran kematian
Semua orang akan menjadi makanan di bawah pedang Sang Malaikat Maut
Tak ada seorangpun yang bisa bernapas untuk selamanya
Kita perlu ingat pula
Dalam dunia ini ada berbagai kesulitan
Dalam kehidupan ini ada begitu banyak kekejaman
Seseorang akan mengalami berbagai lika-liku kehidupan yang pahit
Ada berjuta ketidakpastian dan ketidakadilan
Yang akan membuat manusia akan merenungkan kembali makna hidupnya
Seseorang yang telah menaruh hidupnya untuk mengejar kekuasaan
Hanya akan menemukan dirinya ditelan oleh kekuasaan yang lebih besar
Seseorang yang telah mengumpulkan harta sebanyak mungkin
Hanya akan menemukan dirinya menghadapi kesia-siaan karena semua harta itu fana
Seseorang yang terus mau mengejar cinta untuk melengkapi kekosongan hidupnya
Hanya akan menemukan bahwa tak ada cinta sejati
Hanya akan merasakan bahwa kekosongan itu justru semakin besar
Menjadi lubang hitam yang akan menelan seluruh keberadaannya
Di dalam keadaan terdesak dan tanpa pengharapan seperti ini
Manusia hanya akan merindukan suatu hal
Hal yang selama ini ingin dihindari dan dikalahkannya
Menjadi suatu hal yang sangat ingin ia rengkuh
Menjadi suatu hal yang satu-satunya menjadi tujuan hidupnya
Yakni kematian
Seruan manusia dalam takdirnya di dunia yang pahit ini adalah,
"Oh kematian!
Maaf bila selama ini aku terus lari dari kejaranmu.
Maaf bila selama ini aku terus mau menyangkali bahwa engkau ada.
Kini engkaulah satu-satunya hal yang aku rindukan.
Karena tak ada lagi hal di dunia ini yang bisa kurindukan.
Semua harapanku telah sirna dan justru menjadi mimpi buruk yang terus menyiksaku.
Kini engkaulah yang harus datang kepadaku, kematian!
Akhirilah semua siksaan dan kepahitanku ini!
Dan biarlah aku ditelan oleh kekosongan untuk selamanya."
