Powered By Blogger

Tuesday, August 4, 2015

MY WAY is not your way

Kita mungkin pernah merasakan bahwa hidup kita tidaklah selalu lancar dan sesuai keinginan kita. Ada saat-saat di mana kita merasakan kegagalan yang melumpuhkan kita, rasa sakit hati karena keputusasaan, ataupun perasaan bahwa hidup kita ini hanyalah suatu kesia-siaan.

Ya. Mungkin saat-saat seperti inilah yang mau Tuhan pakai untuk menunjukkan betapa salahnya kita selama ini. Betapa kita telah berusaha mencapai ambisi pribadi kita yang sesungguhnya egois dan tidak menjadi berkat. Seolah-olah Ia berkata kepada kita bahwa memang "Jalan-Ku bukanlah jalanmu, MY WAY is not your way."

------------------------------

Jalan-Ku bukanlah jalanmu

Pada masa kelam yang kuingat itu
Di mana aku merasa bahwa kini sia-sialah kumenempuh jalanku
Ku rasakan kepahitan dari keputusanku dulu
Dan kini kutersesat dalam kehampaan

Dulu aku merasa bahwa jalanku tlah benar
Aku meyakini bahwa jalanku ini akan menuntunku kepada kejayaan
Membawaku menuju masa depan yang cerah
Namun kini, aku sadari bahwa semua itu hanyalah angan-angan semu
Kenaifanku yang palsu telah menyesatkanku
Membawaku dalam lembah keputusasaan

Apa yang kuimpikan dulu, ternyata sia-sia belaka
Aku yang mengimpikan kejayaanku
Kini terjerembab dalam bayang kegagalan
Aku yang mengimpikan kesempurnaan
Kini dihantui dengan rasa bersalah
Aku yang mengimpikan kedamaian
Kini hanya bisa menyesal
Menyesal telah melukai hati sesamaku
Yang seharusnya kukasihi dengan tulus

Kini
Aku hanya bisa terkapar dalam penyesalan
Membeku dalam kesia-siaan
Mendekam dalam kehampaan
Sampai suatu ketika, suatu sosok bercahaya menghampiriku

Ia menghampiriku dengan kehangatan
Menghangatkanku dengan sukacita yang tlah lama hilang dariku
Memegang tanganku dengan tangan-Nya yang kuat
Menatapku dalam-dalam dengan keramahan
Dan tersenyum kepadaku

Saat itu kumerasa tak layak
Kutundukkan kepalaku dalam penyesalanku
Kurasa diriku sudah tak terampuni
Tak berani kumenatap wajah-Nya
Sampai saat Ia mengangkat kepalaku
Dan aku kembali menatap wajah-Nya

Ia berpesan dengan penuh kedaulatan kepadaku
"Ikutlah Aku,
tinggalkan hidupmu yang lama,
Jalan-Ku bukanlah jalanmu,
Ku akan menyertaimu senantiasa."

Kekuatan-Nya menyusupi tulang-tulangku
Sukacita-Nya membakar hatiku
Kasih-Nya membuatku merasakan kedamaian sejati
Dan aku meraih tangan-Nya
Melangkah dalam pimpinan-Nya dalam penuh keyakinan
Karena memang jalan-Nya bukan jalanku yang sia-sia
Dan Ia akan menuntunku senantiasa

-------------------------------

Inilah sedikit refleksiku akan kebenaran jalan Tuhan, sebagai respon dari khotbah hari pertama sesi pembukaan KIN Pemuda 2015 tanggal 4 Agustus. Kiranya boleh menjadi berkat untuk kita semua.

It's alright when you cannot trust yourself, because maybe God wants you to put your trust in Him!

Soli Deo Gloria... :)

No comments:

Post a Comment