Powered By Blogger

Tuesday, March 17, 2015

Cengkraman Masa Lalu

Sekilas ungkapan hati seorang yang telah salah melangkah dalam hidupnya, karena ia telah melukai hati seorang yang tak seharusnya dilukainya. Seorang yang dulunya menerjang segalanya demi ego dan gengsi dirinya, kini ingin melangkah ke jalan yang benar. Namun apa daya, masih ada utang masa lalu yang belum terlunaskan, yang akhirnya menggerogoti jalannya ke masa depan...

------------------------

Cengkraman Masa Lalu

Ada suatu waktu
Ketika aku dan ambisiku
Menuntutku untuk terus maju
Maju untuk terus memuaskan egoku
Setiap halangan bagiku tak berlaku
Setiap orang yang merintangiku
Kujamin akan kalah dan terbujur kaku

Namun pada satu langkah itu
Ketika kucoba langkahi semua
Yang kuanggap sebagai rintangan bagiku
Kulukai seseorang tanpa kusadari
Tak sadar karena sudah buta oleh ambisi
Menyangkali fakta karena ego telah terisi
Suatu langkah yang akan kusesali

Lalu arus ombak keadilan meraung meliputiku
Aku yang rasa diri begitu kuat tiba-tiba lemah lesu
Seluruh egoku runtuh berantakan
Dan kusadari kesalahanku
Namun tampaknya semua sudah terlambat
Luka yang telah kutoreh tak kan pernah hilang kembali
Karena itu telah membekas tajam dalam sanubari

Kini kucoba melangkah kembali
Dengan semangat baru yang asali
Menatap penuh harap ke depan
Menuju masa depan yang idaman
Tak lagi dibutakan ambisi
Tak lagi memuaskan ego diri

Namun ternyata
Masa depanku telah dipenuhi kabut ketidakpastian
Segala kecerahan dalam hidupku menjelma jadi kesuraman
Dan telah kusangka
Inilah bayang-bayang dia yang tak kan memaafkanku lagi
Bayang-bayang yang menggerogoti jalan masa depanku
Mencengkram diriku demi kesamarataan
Kesetimpalan yang kata orang merupakan "karma"
Yang layak diterima oleh diriku
Diriku yang dulu senang melukai yang lain demi harga diri
Namun kini menerima cengkraman masa lalu
Cengkraman yang akan menghisapku dalam jurang kepasrahan
Dan aku hanya bisa meratapi diriku
Yang tak kan pernah lagi mampu menatap masa depan
Karena bayangan masa lalu yang membutakanku
Dan suara-suara mereka yang tak kan pernah memaafkanku lagi
Suara-suara jeritan masa lalu yang akan terus menggentayangiku
Melingkupiku dan tak kan pernah melepaskanku dari cengkramannya

------------------------------

Pelajaran singkat dari puisi ini:

Berhati-hatilah ketika melangkah dalam hidup ini. Sadarilah ketika langkahmu telah dibutakan oleh ambisi pribadimu. Dan ketika masa lalu menghantuimu, cobalah berdamai dengan masa lalumu itu dan yang lebih konkrit lagi, berdamailah dengan orang-orang yang mungkin pernah kalian lukai. Mungkin memang luka yang sudah tertoreh akan sulit hilang, namun luka itu mustahil hilang bila memang tak ada usaha untuk menyembuhkannya.

Semoga menginspirasi Anda!

No comments:

Post a Comment